Cerita Sex !8 – Selingkuh Sama Temang Kuliah Suami

Cerita Sex !8 – Saat itu Kirana yang sedang meletakkna bayinya di atas ranjang, karena cerita-dewasawajah lelahnya dia rebahan di atas sofa ruang tamu suaminya Kirana yang bernama Dhika berbicara katanya nanti ada temanku yang mau datang kesini dan rencanya dia mau menginap. Jadi pekerjaan Kirana selain menjaga bayi dia harus mempersiapkan kamar untuk sahabat suaminya bernama Henky.

Cerita Sex !8 – Selingkuh Sama Temang Kuliah Suami

Henky adalah sahabat lama suaminya saat kuliah dulu. Dia cukup akrab dengan mereka. Kirana sudah cukup mengenal Henky, lebih dari cukup untuk menyadari bahwa hatinya selalu berdesir bila bertatapan mata dengannya.

Sebuah perasaan yang tumbuh semakin besar yang tak seharusnya ada dalam hatinya yang sudah terikat janji dengan Dhika waktu itu. Dan perasaan itu tetap hidup di dasar hatinya hingga mereka berpisah, Kirana akhirnya menikah dengan Dhika dan sekarang mereka mempunyai seorang bayi pria.

what image shows
Ada sedikit pertentangan yang berkecamuk dalam hatinya.

Di satu sisi meskipun dia dan suaminya saling menjunjung tinggi kepercayaan dan berpikiran terbuka, tapi dia tetap merasa sebagai seorang istri yang wajib menjaga kesucian perkawinan mereka dan kesetiaannya pada sang suami.

Tapi di sisi lain Kirana tak bisa pungkiri bahwa ada rasa yang lain tumbuh di hatinya terhadap Henky hingga saat ini. Seorang pria menarik berumur sekitar tiga puluhan, berpenampilan rapi, dan matanya yang tajam selalu membuat jantungnya berdebar kencang saat bertemu mata. Sosoknya yang tinggi tegap membuatnya sangat menawan.

Kirana seorang wanita ayu yang bisa dikatakan sedikit pemalu dan selalu berpegang teguh pada sebuah ikatan. Dan dia tak kehilangan bentuk asli tubuhnya setelah melahirkan. Mungil, payudara yang jadi sedikit lebih besar karena menyusui dan sepasang pantat yang menggoda.

Rambutnya lurus panjang dengan mata indah yang dapat melumerkan kokohnya batu karang. Semua yang ada pada dirinya membuat dia mempunyai daya tarik seksual terhadap lawan jenisnya meskipun dia tak pernah menunjukkannya.

Ah… seandainya saja dia mengaenal Henky jauh sebelum suaminya datang dalam kehidupannya!

Kirana pejamkan matanya mencoba meredam pergolakan dalam hatinya dan hati kecilnya menuntun tangannya bergerak ke bawah tubuhnya.

Vaginanya terasa bergetar akibat membayangkannya dan saat dia menyentuh dirinya sendiri yang masih terhalang celana jeansnya, sebuah ombak kenikmatan menerpa tubuhnya. Jemarinya yang lentik bergerak cepat melepas kancing celananya lalu menurunkan resleitingnya.

Tangannya menyelinap di balik celana dalam katunnya yang berwarna putih, melewati rambut kemaluannya hingga sampai pada gundukan daging hangatnya. Nafasnya terasa terhenti sejenak saat jarinya menyentuh kelentitnya yang sudah basah, membuat sekujur tubuhnya merasakan sensasi yang sangat kuat.

Dia terdiam beberapa waktu. Dhika pulang 2 jam lagi, dan Henky juga datang kira-kira dalam waktu yang sama. Kenapa tidak? Dia tak bisa mencegah dorongan hati kecilnya.

Toh dia tak menghianati suaminya secara lahiriah, hanya sekedar untuk memuaskan dirinya sendiri dan 2 jam lebih dari cukup, sisi lain hatinya mencoba beralasan membenarkan kobaran gairahnya yang semakin membesar dalam dadanya.

– Kirana menurunkan celana jeansnya dan mengeluarkan kakinya satu persatu dari himpitan kain celana jeansnya. Melepaskan celana dalamnya juga, lalu dia kembali rebah di atas sofa. Dari pinggang ke bawah telanjang, kakinya terbuka.

Pejamkan matanya lagi dan tangannya kembali bergerak ke bawah, menuju ke pangkal pahanya, membuat dirinya merasa se nyaman yang dia inginkan.

Dia nikmati waktunya, menikmati setiap detiknya. Dia membayangkan Henky sedang memuaskannya, deru nafasnya semakin cepat. Kirana tak pernah berselingkuh selama ini, membayangkan dengan pria lain selain Dhika saja belum pernah, semua fantasinya hanya berisikan suaminya. Tapi sekarang ada sesuatu dari pria ini yang menyeretnya ke dalam fantasi barunya.

Sama Teman Sahabat Suamiku Sendiri

“Ups! Maaf!” terdengar sebuah suara. Matanya langsung terbuka, dan dia tercekat. Dia melihat bayangan seorang pria menghilang di sudut ruangan. Dia baru sadar kalau dia sudah melakukan masturbasi selama lebih dari 10 menit, dan dia benar-benar tenggelam dalam alam imajinasinya hingga tak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam rumah.

Dan dia sadar kalau bayangan pria itu adalah Henky, dengan terburu-buru dia mengambil pakaiannya dan segera memakainya lagi.

“Maafkan aku Kirana,” kata Henky, “Nggak ada yang menjawab ketukanku dan pintunya terbuka.” dia berada di sudut ruangan jauh dari pandangan, tapi dia sudah melihat banyak! Pemandangan yang disaksikannya saat dia memasuki ruangan ini membakar pikirannya.

Istri sahabatnya berbaring dengan kaki terpentang lebar di atas sofa itu, tangannya bergerak berputar pada kelentitnya. Pahanya yang lembut dan kencang tebuka lebar, rambut kemaluannya yang hitam mengelilingi bibir vaginanya. Penisnya mengeras dengan cepat dalam celana jeansnya.

“Nggak apa-apa,” jawab Kirana dari ruang keluarga,

“Kamu boleh masuk sekarang.” dia sudah berpakaian lengkap sekarang, dan dia berbaring di atas sofa, menyembunyikan wajahnya dalam telapak tangannya.

“Aku sangat malu.” katanya kemudian.

“Ah, kita semua pernah melakukannya, Kirana!” jawab Henky.

Dia berdiri tepat di samping Kirana, seperti ingin agar Kirana dapat melihat seberapa A?a,?EskerasnyaA?a,?a”? dia.

Dia tak dapat mencegahnya, wanita ini sangat menggoda. Dia merasa kalau dia ingin agar wanita ini bergerak padanya!!!

“Tetap saja memalukan!” katanya, menyingkirkan tangannya dari wajahnya. Vaginanya berdenyut sangat hebat, dia hampir saja mendapatkan orgasme tadi! Sebuah desiran yang lain terasa saat dia melihat tonjolan menggelembung pada bagian depan celana Henky.

Dengan cepat dia memalingkan wajahnya, tapi masih saja pria ini memergokinya. Sekarang Henky menjadi lebih terbakar lagi, ini lebih dari cukup.

“Nggak ada yang harus kamu permalukan, setidaknya itu pendapatku setelah apa yang sudah aku lihat tadi!” katanya tenang. Kirana menatapnya penuh dengan tanda tanya.

“Aku jadi benar-benar terangsang melihatmu seperti itu,” dia menjelaskan, “Sebuah perasaan yang belum pernah ku alami sebelumnya.” kata-katanya, adalah kenyataan bahwa dia sangat menginginkannya, membuat Kirana semakin basah.

Dia menyadari betapa istri sahabatnya ini A?a,?EstertarikA?a,?a”? akan perkataannya tersebut dan Henky memutuskan untuk lebih menekannya lagi.

“Lihat akibatnya padaku!” katanya, tangannya bergerak mengelus tonjolan pada bagian depan celananya. Ini masih dalam batas yang bisa dikatakan A?a,?EswajarA?a,?a”?, belum ada batas yang dilanggar.

Saat Henky melihat A?a,?EsnodaA?a,?a”? basahnya di atas permukaan sofa itu dan mata Kirana yang tak berpaling dari seputar pinggangnya, Henky memutuskan akan melanggar batas tersebut.

Kirana hanya melihat dengan diam saat sahabat suaminya ini membuka kancing dan menurunkan resleiting celananya. Kirana tak bisa mengingkari bahwa dia menjadi lebih terangsang, dan dia tak menemukan kata yang tepat untuk mencegah pria ini.

Dan saat dia menyaksikan pria di depannya ini memasukkan tangannya dalam celana dalamnya sendiri, vaginanya terasa semakin basah. Henky mengeluarkan penis kedua dalam hidup Kirana yang dilihatnya secara nyata, disamping penis para bintang film porno yang pernah dilihatnya bersama suaminya dulu.

Nafas Kirana tercekat, matanya terkunci memandangi penis dihadapannya. Dia belum melihat keseluruhannya, dan ini benar-benar sangat berbeda dengan milik suaminya. Tapi ternyata A?a,?EsperbedaanA?a,?a”? itulah yang semakin membakar nafsunya semakin lapar.

“Suka apa yang kamu lihat?” tanyanya pelan. Kirana mengangguk, memberanikan diri memandang ke atas pada mata Henky sebelum melihat kembali pada penisnya yang keras. Henky mengumpat betapa beruntungnya sahabatnya. Dia ucapkan sebuah kata.

“Sentuhlah!”

Ragu-ragu, dengan hati berdebar kencang, Kirana pelan-pelan menyentuh dengan tangannya yang kecil dan melingkari penis pria di depannya ini dengan jarinya. Penis pertama yang dia pegang dengan tangannya, selain milik suaminya, dalam enam tahun belakangan.

Perasaan dan emosi yang bergolak di dadanya terasa menegangkan, dan dia inginkan lebih lagi. Henky melihat penisnya dalam genggaman tangan istri sahabatnya yang kecil, dan dia hanya melihat saat Kirana pelan-pelan mulai mengocokkan tangannya.

Terasa sangat panas dan keras dalam genggaman tangannya, dan Kirana tak dapat hentikan tangannya membelai kulitnya yang lembut dan berurat besar itu. Henky bergerak mendekat dan membuat batang penisnya menjadi hanya beberapa inchi saja dari wajah Kirana.

Henky menyentuh tubuh Kirana, tangannya meremas pahanya yang masih terbungkus celana jeans. Tanpa sadar Kirana membuka kakinya sendiri melebar untuknya, dan tangan Henky bergerak semakin dalam ke celah paha Kirana.

Terasa desiran kuat keluar dari vaginanya saat tangan Henky mulai mengelusi dari luar celana jeansnya, Kirana menggelinjang dan meremas penisnya semakin kencang.

Dengan tangannya yang masih bebas, dipegangnya belakang kepala Kirana dan mendorongnya semakin mendekat. Kirana tak berusaha berontak. Matanya masih terpaku pada penis Henky, dia menunduk ke depan dan dengan lembut mencium ujung kepalanya.

Lidahnya terjulur keluar dan Kirana kemudian mulai menjilat dari pangkal hingga ujung penis barunya tersebut.

Sekarang giliran Henky, tangannya bergerak melucuti pakaian Kirana. Kirana yang sedang asik dengan batang keras dalam genggaman tangannya tak menghiraukan apa yang dilakukan Henky. Diciumnya kepala penis Henky, menggodanya seperti yang disukai suaminya (hanya itulah seputar referensi yang dimilikinya).

Tangan Henky menyelinap dalam celana dalam Kirana, tangannya meluncur melewati rambut kemaluannya. Kirana melenguh pelan saat tangan Henky menyentuh kelentitnya. Dia membuka lebar mulutnya dan memasukkan mainan barunya tersebut ke dalam mulutnya, lidahnya berputar pelan melingkari kepala penis dalam mulutnya.

Henky mengerang, merasakan kehangatan yang membungkus kejantanannya. Dia menatapnya dan melihat batang penisnya menghilang dalam mulut Kirana, bibirnya mencengkeram erat di sekelilingnya dan matanya terpejam rapat.

Henky menjalankan jarinya pada kelentit Kirana, menggoda tombol kecilnya, mulut Kirana tak bisa bebas mengerang saat tersumpal batang penis Henky. Dorongan gairah yang hebat membuat Kirana semakin bernafsu mengulum naik turun batang penis Henky. Pinggulnya dengan reflek bergerak memutar merespon tarian jari Henky pada kelentit sensitifnya.

Jari Henky mengeksplorasi lubang hangatnya Kirana, membuat lenguhannya semakin sering terdengar dalam bunyi yang aneh karena dia tak juga mau melepaskan mulutnya dari batang penis Henky. Kirana tak lagi memikirkan apa yang dia perbuat, dia hanya mengikuti nalurinya.

Ini benar-benar lain dengan dia dalam keseharian, sesuatu yang akan membuat suaminya mati berdiri bila dia melihatnya saat ini. Semuanya meledak begitu saja.

Sesuatu yang dimiliki pria ini yang membuka pintu dari sisi lain dirinya dan Henky sangat menikmati perbuatannya. Masing-masing masih tetap asik dengan kemaluan pasangannya. Dan Kirana menginginkan lebih dari ini. Mereka berdua menginginkan lebih dari sekedar begini.

Kirana menelan seluruh batang penis Henky, menahannya di dalam mulutnya untuk memenuhi kehausan gairahnya sendiri. Hidungnya sampai menyentuh rambut kemaluan Henky, ujung kepala penisnya menyentuh langit-langit tenggorokannya, hampir membuatnya tersedak.

Henky mengeluarkan tangannya dari balik celana dalam Kirana yang membuatnya sedikit kecewa, ada sesuatu yang terasa hilang. Diraihnya tepian celana jeans Kirana dan dengan cepat Kirana mengangkat sedikit pantatnya dari atas sofa, yang mau tak mau membuatnya melepaskan batang penis itu dari mulutnya, dan mempermudah sahabat suaminya ini melepaskan celananya dari kakinya yang halus.

Nafasnya tercekat, dada terasa berat saat dia melihat Henky menarik celana dalamnya. Dengan sedikit memaksa dia menurunkannya melewati kakinya dan Kirana menendangnya menjauh dari kakinya sendiri. Membantu Henky menelanjangi tubuh bawahnya. Henky sekarang berlutut di lantai dan menatap takjub pada segitiga menawan dari rambut kemaluan Kirana.

Dia menyentuh vagina Kirana dengan tangan kirinya, menjalankan jari tengahnya pada kelentitnya sambil tangan yang satunya menggenggam batang penisnya sendiri.

Kirana mendesah pelan, pinggulnya bergetar. Matanya terpejam rapat, dia sangat meresapi rasa yang diberikan selangkangannya. Henky mengoleskan kepala penisnya pada pipi dan hidung Kirana. Saat sampai di mulutnya, Kirana membuka mulutnya segera dan Henky langsung mendorong penisnya masuk.

Tangannya yang kecil menggenggam buah zakarnya dan Kirana membuka matanya perlahan saat dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun pada batang penisnya.

Henky semakin melesakkan jarinya ke dalam vagina Kirana, membuat Kirana memejamkan matanya lagi, mengerang. Vaginanya terasa sangat basah! Jarinya bergerak di seluruh rongga lubang itu, bergerak keluar masuk saat ibu jarinya mengerjai kelentit Kirana.

Kini, celana jeans dan celana dalam Henky sudah jatuh merosot di atas lantai, Henky menarik penisnya keluar dari mulut Kirana dan langsung menendang pakaian bawahnya menjauh.

Dia menunduk, tangannya bergerak ke bawah bongkahan pantat Kirana, mengangkatnya dari atas sofa agar bagian bawah tubuh istri sahabatnya ini lebih terekspose ke atas. Kirana meraih penisnya dan segera memasukkannya kembali ke dalam mulutnya. Henky mendekatkan kepalanya pada daging nikmat Kirana.

Masih tetap menahan pantat Kirana ke atas, mulutnya mencium bibir vagina Kirana, mencicipi rasa dari istri sahabatnya untuk pertama kalinya. Mulut Kirana langsung mengerang merespon, sejenak menikmati sensasi yang diberikan Henky sebelum kembali meneruskan A?a,?EspekerjaanA?a,?a”? mulutnya. Lidah Henky melata pada dinding bagian dalam dari vagina Kirana, menjilati sari buah gairah yang dikeluarkannya.

Kirana merasa bibir Henky menjepit tombol sensitifnya dan lidahnya bergerak pelan pada sasarannya. Erangan semakin tak terkendali lepas dari mulutnya akibat perlakuan Henky kali ini. Batang penisnya terlepas keluar dari cengkeraman mulut Kirana. Henky semakin menaikkan pantat Kirana, menekan vagina Kirana pada wajahnya dan lidahnya semakin bergerak menggila.

Jantung Kirana serasa mau meledak, nafasnya terasa berat… sangat dekat…

Jantungnya berhenti berdenyut, orgasmenya datang. Pinggulnya mengejat di wajah Henky dengan liar. Kirana merasa jiwanya melayang entah kemana! Pria ini memberinya sebuah oral seks terhebat yang pernah didapatkan dalam hidupnya!

Akhirnya, Kirana kembali ke bumi. Henky melepaskan pantatnya, mengangkat kepalanya dari selangkangan Kirana. Batang penisnya terasa sangat keras, dan nafasnya terdengar memburu tak beraturan.

Kirana pikir dia tak mungkin dapat menghentikan pria ini sekarang meskipun dia menginginkannya. Henky naik ke atas sofa, menempatkan dirinya diantara paha Kirana, yang tetap Kirana biarkan terbentang lebar hanya untuknya.

Terlintas dalam pikirannya jika dia tetap meneruskan ini terjadi, milik Henky adalah penis kedua yang akan memasuki tubuhnya dalam hidupnya.

Sedikit gelembung rasa bersalah melayang dalam benaknya. Yang dengan cepat meletus menguap saat ujung kepala penis Henky menyentuh bibir vaginanya, membuat sekujur tubuhnya seakan tersengat aliran listrik.

Dengan perlahan Henky memasukkan penisnya menembus ke dalam tubuh Kirana. Pada pertengahan perjalanannya dia menghentikan sejenak gerakannya, menikmati gigitan bibir vagina Kirana pada batang penisnya dan tiba-tiba dia menghentakkan kedalam dengan satu tusukan.

Dinding vaginanya terbuka menyambutnya, dan pelan-pelan Kirana dapat merasakan dirinya menerima sesuatu yang lain memasuki tubuhnya kini. Tubuhnya merinding, perasaan menakjubkan ini merenggut nalarnya.

Henky mengeluarkan separuh dari batang penisnya dan menghujamkannya kembali seluruhnya ke dalam vagina Kirana.

Erangan keduanya terdengar saling bersahutan dan Henky menahan penisnya sejenak di dalam vagina Kirana, meresapi sensasinya. Manahan berat tubuhnya dengan kedua lengannya, dia menatap ke bawah pada istri sahabatnya ini sambil menggerakkan penisnya keluar masuk dalam vagina Kirana dengan gerakan lambat.

Kirana pejamkan matanya, mendesah lirih saat dia rasakan kejantanan Henky keluar masuk dalam tubuhnya. Henky melihat batang penisnya menghilang lalu muncul kembali dalam daging hangat basah milik Kirana lagi dan lagi, dan gerakannya perlahan semakin cepat.

Nafas keduanya semakin berat, Henky bergerak semakin cepat, Kirana menggelinjang, mengerang, kakinya terangkat keatas.

Kedua kakinya akhirnya jatuh dibelakang pantat Henky yang mengayun keluar masuk. Tubuh Henky menindih tubuh kecil wanita di bawahnya saat dia mengocok vaginanya semakin keras. Dia menciumi leher Kirana, dan menghisap lubang telinganya dengan mulutnya, erangan keduanya terdengar mengiringi setiap gerakan tubuh mereka.

Lengan Kirana melingkari tubuh Henky, kukunya tertancap pada punggung Henky saat kakinya terayun-ayun oleh gerakan pantat Henky. Mulut Kirana menyusuri leher Henky, mencari bibirnya. Saat bibir mereka bertemu, mereka berciuman untuk pertama kalinya.

Lidah Kirana merangsak masuk ke dalam mulut Henky mengiringi batang penisnya yang menggenjot tubuhnya berulang-ulang. Bibir keduanya saling melumat, saling mengerang dalam mulut masing-masing di atas sofa di ruang tengah itu. Sofa itu sedikit berderit akibat gerakan Henky yang bertambah liar.

Kirana dapat merasakan orgasmenya mulai tumbuh, dan dia menghentikan ciumannya, tak mampu menahan erangannya lagi. Mulut mungilnya mengeluarkan erangan yang sangat keras dan semakin keras saat penis keras Henky semakin melebarkan vaginanya dan Henky memasukinya bertambah dalam.

Seorang pria baru! Kirana tak pernah melakukannya dengan pria lain selain Dhika sebelumnya dan pria baru ini melakukannya dengan sangat hebat! Semuanya terasa bergerak cepat. Orgasmenya meledak, Kirana mencoba menahan erangannya dengan menggigit bibir bawahnya.

Dinding-dinding vaginanya berkontraksi mencengkeram batang penis pria baru ini dengan kuat, dan Kirana menghentakkan pinggulnya keatas berlawanan dengan gerakan Henky di atas tubuhnya, berusaha agar batang penis Henky tenggelam semakin dalam pada tubuhnya saat ombak orgasme mengambil alih kesadarannya.

Henky memandangi Kirana saat dia dilanda orgasme, masih tetap mengocok penisnya dengan kecepatan yang dia mampu. Dia tak menyangka wanita pemalu dan pendiam ini akan begitu mudah ditaklukannya! Dia merasakan miliknya juga segera tiba, gerakannya semakin dipercepat.
Dalam beberapa tusukan kemudian, dan lalu meledaklah. Sejenak setelah orgasme Kirana mereda, orgasme Henky datang.

Tusukan terakhirnya membuat penisnya terkubur semakin jauh dalam vagina Kirana. Dia menggeram, penisnya berdenyut hebat. Semburan demi semburan yang kuat keluar dari ujung penisnya mendarat dalam rahim Kirana seakan tanpa jeda.

Kirana menggoyangkan pantatnya naik ke atas, memeras semua sperma dari penis Henky. Henky tak bisa menahan tubuhnya lebih lama, dia jatuh menindih tubuh Kirana di bawahnya, mencoba bernafas dengan susah payah.

Tangan Kirana membelai punggung Henky saat sperma terakhirnya keluar dari penisnya menyirami vaginanya. Keduanya masih berusaha untuk mengatur nafas.

Kedua bibir mereka merapat, berciuman dengan lembut. Lidahnya menggelitik rongga mulut Kirana dan ciuman mereka berubah menjadi liar saat penis Henky mulai mengecil dalam vagina Kirana. Tangan dan paha Kirana mencengkeramnya erat, menahannya agar tetap berada dalam tubuhnya.

Dia mendapatkan pengalaman lain dengan pria ini. Pria kedua yang bercinta dengannya dalam 29 tahun usianya. Akhirnya mereka hentikan ciumannya. Henky mengeluarkan penisnya yang setengah ereksi dari vagina Kirana.

Keduanya mengenakan pakaiannya masing-masing tanpa saling berkata-kata. Kirana terlalu malu untuk mengucapkan sesuatu dan Henky tak tahu harus berkata apa.

Dhika pulang 30 menit kemudian A?a,?aEs dia pulang lebih awal, tapi tak lebih awal (beruntunglah mereka). Ketiganya lalu makan malam, dan Kirana tak dapat menyingkirkan pikirannya dari bayangan Henky sepanjang waktu itu.

Dhika dan Henky kemudian sibuk dengan urusan pria yang tak begitu dimengerti oleh Kirana. Dan malam berikutnya, mereka berdua duduk di meja makan bersama Kirana. Para pria sedang bermain catur. Kirana menghabiskan sepanjang harinya mengasuh bayi mereka.

Kapanpun saat dia sedang sendiri, dia tak mampu hentikan dirinya memikirkan pengalamannya bersama Henky kemarin. Dia merasa gairahnya menyala-nyala sepanjang hari itu, dan dia mempunyai beberapa menit untuk memuaskan dirinya dengan tangannya sendiri.

Saat menuangkan minuman pada suaminya dan Henky malam itu, dia sangat bergairah, dan sangat basah. Setiap kali dia melirik Henky, ada desiran halus pada vaginanya. Sekarang dia telah mencoba seorang pria lain, dan dia merasa ketagihan!

Henky tak jauh beda. Dia bermasturbasi mebayangkan istri sahabatnya ini kemarin malam, sebelum tidur. Bayangan tubuh telanjangnya memenuhi benaknya sepanjang hari. Saat Dhika pergi ke kamar mandi, Henky beringsut mendekati Kirana.

“Apa kamu menikmati waktu kita kemarin?” tanyanya berbisik.

“Ya.” Kirana tersenyum manis. Sifatnya yang malu-malu membuat birahi Henky terbakar.

“Apa kamu menginginkannya sekarang?” dia bertanya memastikan. Penisnya sudak mengeras sekarang. Kirana terkejut dengan pertanyaannya yang sangat berani itu, malu-malu, lalu mengangguk.

Henky memutuskan akan sedikit menggodanya. Membuat Kirana semakin menginginkannya agar kesempatan mendapatkannya lagi semakin terbuka lebar. Dia menurunkan resleiting celananya dan melepaskan kancingnya, tangannya masuk ke dalam pakaian dalamnya.

Dia mengeluarkan penisnya, yang sudah ereksi penuh. Nafas Kirana tercekat di tenggorokan, denyutan di vaginanya memberinya sebuah sensasi. Batang penis itu berada dalam tubuhnya kemarin. Dia menginginkannya lagi sekarang.

Mereka mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Henky segara memasukkan penisnya kembali ke dalam celananya. Dhika masuk ke dalam ruangan, tak mengira sahabatnya baru saja memperlihatkan penisnya yang ereksi pada istrinya.

Tak lama berselang, entah kenapa dewa kemujuran selalu berpihak pada mereka, Dhika lagi-lagi mau ke kamar mandi. Saat dia berdiri dan bergegas ke kamar mandi, vagina istrinya berdenyut membutuhkan penis Henky.

Begitu Dhika menghilang dari pandangan keduanya, Henky langsung bangkit dari kursinya. Mata Kirana berbinar terfokus pada tonjolan di celana Henky saat mereka mendengar pintu kamar mandi ditutup.

Dia langsung menurunkan resleitingnya, dan mengeluarkan batang penisnya. Dengan cekatan Henky mengocok penisnya sampai ereksi penuh, sangat dekat di wajah Kirana. Henky berdiri dei depan Kirana, dan Kirana langsung berlutut di hadapan sahabat suaminya.

Kepala penisnya menyentuh kulit pipinya, dan perlahan bergerak ke mulutnya. Saat Henky merasa bibir lembut Kirana menyentuh ujung kepala penisnya, dia merasa mulut itu membuka.

Segera saja kepala penis itu lenyap ke dalam mulut Kirana, dan Henky melihat bibir itu bergerak membungkus seluruh batang penisnya.

Tangannya membelai rambut panjang Kirana dengan lembut, menahan kepalanya saat seluruh bagian batang penisnya lenyap dalam mulut Kirana.
Kepalanya segera bergerak maju mundur pada batang penis itu, suara basah dari hisapan mulutnya segera terdengar.

Kembali, mereka mendengar pintu kamar mandi dibuka, dan Henky mengeluarkan penisnya dari mulut Kirana dengan cepat. Agak kesulitan dia memasukkan penisnya kembali dalam celananya dan segera duduk kembali di kursinya, menutupi perbuatan mereka. Dhika duduk dan memberi Kirana ciuman kecil, tak tahu kalau istrinya baru saja mendapatkan sebuah batang penis yang lain dalam mulutnya.

Mereka kembali mendapatkan kesempatan sekali lagi di malam itu, dan mereka berusaha memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Bayi mereka menangis di lantai atas, Dhika berinisiatif untuk pergi melihatnya. Kirana lebih dari senang mengijinkannya. Dia sangat menginginkan penis itu, tapi dia tak mampu berbuat apa-apa. Meskipun mendapatkannya di dalam mulutnya tak mampu meredakan gairahnya.

Mereka dapat mendengar bunyi langkah kaki Dhika yang menaiki tangga, dan Kirana langsung berdiri. Dia tak pernah se agresif ini! Tapi keA?a,?a”?hausannyaA?a,?a”? akan penis itu mampu merubah tabiatnya. Hanya sekedar untuk segera melihatnya lagi! Dia langsung berlutut di antara paha Henky, dan Henky segera membukanya untuknya…

Tangan mungilnya dengan cekatan melepaskan kancing dan resleitingnya, dan dia langsung membukanya dalam sekejap. Kirana meraih ke dalam celana dalam Henky dan mengeluarkan penis kerasnya.

Vaginanya langsung basah hanya dengan memandangnya saja. Tangannya yang kecil mengocoknya, saat lidahnya menjilati dari pangkal batang penis Henky hingga ke ujung.

Sekali lagi, dia kembali memasukkannya ke dalam mulutnya. Menghisapnya dengan rakus hingga mengeluarkan bunyi, tak menghiraukan resiko kepergok suaminya. Henky mendengarkan dengan seksama gerakan dari lantai atas, memastikan Dhika tidak turun ke bawah.

Henky menatapnya. Bibirnya membungkus batang penisnya dengan erat, kepala penisnya tampak bekilatan basah terkena lampu ruangan ini saat itu keluar dari mulutnya, mata Kirana terpejam menikmati. Dia ternyata begitu pintar memberikan blow job! Henky sangat ingin menyetubuhi wanita ini, meskipun hanya sesaat.

Gairahnya sudah tak terbendung lagi, dan dia memegang pipi Kirana, batang penisnya keluar dari mulutnya. Henky berdiri, penisnya mengacung tegang, dan Kirana berdiri bersamaan, memandangnya dengan api gairah yang sama.

Henky menciumnya, lembut, melumat bibirnya. Dia menciumnya lagi, dan lidah mereka saling melilit. Lalu ciuman itu berakhir. Henky memutar tubuh Kirana membelakanginya. Kirana merasakan tangan Henky berada pada vaginanya, berusaha melepaskan kancing celananya.

“Jangan…” desahan lirih keluar dari mulutnya. Dia tak tahu kenapa kata itu keluar dari mulutnya saat dia ingin mengucapkan kata A?a,?EsyaA?a,?a”?. Celananya jatuh hingga lututnya, memperlihatkan pantatnya yang dibungkus dengan celana dalam katun berwarna putih.

Henky merenggut kain itu dan langsung menyentakkannya ke bawah, membuat pantat Kirana terpampang bebas di hadapannya. Henky masih dapat mendengar suara gerakan di lantai atas jadi dia tahu dia aman untuk beberapa saat, dia hanya perlu memasukkan penisnya ke dalam vaginanya, walaupun untuk se detik saja!

Nafas keduanya memburu, dan Kirana sedikit menundukkan tubuhnya ke depan, tangannya bertumpu pada meja makan, membuka lebar kakinya. Henky jauh lebih tinggi darinya, penisnya berada jauh di atas bongkahan pantatnya.

Dia sedikit menekuk lututnya agar posisinya tepat. Dia semakin menekuk lututnya, sangat tidak nyaman, tapi dia sadar kalau dia terlalu tinggi untuk Kirana. Dia tahu dia akan merasa kesulitan dalam posisi ini, tapi hasratnya semakin mendesak agar terpenuhi segera.

Dia menggerakkan pinggulnya ke depan, ujung kepala penisnya menyentuh bibir vaginanya. Kirana sudah teramat basah! Dan itu semakin mengobarkan api gairah Henky. Saat bibir vagina Kirana sedikit mencengkeram ujung kepala penisnya, Henky tahu jalan masuknya sudah tepat.

Dia mendorong ke depan. Kirana menghisapnya masuk ke dalam, separuh dari penisnya masuk ke dalam dengan cepat.

Kirana mendesah, merasa Henky memasukinya. Henky mencengkeram pantat Kirana dan memaksa memasukkan penisnya semakin ke dalam. Batang penisnya sudah seluruhnya terkubur ke dalam cengkeraman hangatnya.

Henky mulai menyetubuhinya dari belakang, menarik penisnya separuh sebelum mendorongnya masuk kembali, lagi dan lagi. Serasa berada di surga bagi mereka berdua. Henky berada di dalam vaginanya hanya beberapa detik, tapi bagi keduanya itu sudah dapat meredakan gelora api gairah yang membakar.

Tiba-tiba Henky mendengar gerakan dari lantai atas. Kirana tak menghiraukannya, dia sudah tenggelam jauh dalam perasaannya. Henky mengeluarkan penisnya dari vagina Kirana. Sebenarnya Kirana ingin teriak melampiaskan kekesalannya, tapi segera dia sadar akan bahaya yang mengancam mereka berdua, segera saja dia menarik celana dan celana dalamnya sekaligus ke atas. Saat Dhika datang, mereka berdua sudah duduk kembali di kursinya masing-masing, gusar.

Henky dan Kirana menghabiskan sisa malam itu dengan gairah yang tergantung. Saat malam itu berakhir, Henky segera bergegas pergi ke kamarnya dan langsung mengeluarkan penisnya. Hanya dibutuhkan 3 menit saja baginya bermasturbasi dan legalah.

Tapi bagi Kirana, tidaklah semudah itu. Kamar tidurnya berada di lantai yang berlainan dengan kamar tamu yang dihuni Henky, dan dia tak punya kesempatan untuk melakukan masturbasi. Bahkan Dhika tak mencoba untuk bercinta dengannya malam itu! Seperempat jam ke depan dilaluinya dengan resah. Kirana memberi beberapa menit lagi untuk suaminya sebelum dia tak mampu membendungnya lagi.

Dia turun dari tempat tidur, setelah memastikan suaminya sudah tertidur lelap. Dia mengendap-endap menuju ke kamar tamu. Malam itu dia hanya memakai kaos putih besar hingga lututnya dan celana dalam saja untuk menutupi tubuh mungilnya.

Dengan hati-hati dia membuka pintu kamar Henky, menyelinap masuk, dan menutup perlahan pintu di belakangnya. Henky sudah tertidur beberapa menit yang lalu. Kirana berdiri di samping tempat tidur, memandang pria yang tertidur itu, memutuskan bahwa dia akan melakukannya. Ini tak seperti dirinya! Dia tak pernah seagresif ini! Dia tak pernah berinisiatif! Tapi sekarang, terjadi perubahan besar.

Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Henky, Henky tergolek tidur di atas kasur hanya memakai celana dalamnya. Kirana mencengkeram bagian pinggirnya dan dengan cepat menariknya turun hingga lututnya, membebaskan penis Henky yang masih lemas. Dengan memandangnya Kirana merasakan desiran halus pada vaginanya. Dia tak percaya Henky tak terbangunkan oleh perbuatannya tadi! Yah, baiklah, dia tahu bagaimana cara membangunkannya.

Kirana duduk di samping Henky, dengan perlahan membuka kaki Henky ke samping. Tangan mungilnya meraih penis Henky yang masih lemas menuju ke mulutnya. Rambut panjangnya jatuh tergerai di sekitar pangkal paha Henky. Henky setengah bangun, merasa nyaman. Penisnya membesar dalam mulut Kirana, dan sebelum ereksi penuh, dia akhirnya benar-benar terjaga. Tak membutuhkan waktu lama baginya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi A?a,?aEs istri sahabatnya sedang menghisap penisnya!

Dia mendesah, tangannya meraih ke bawah dan mengelus rambut panjang Kirana saat dengan pasti penisnya semakin mengeras dalam mulut Kirana. Merasakan penisnya yang semakin membesar dalam mulutnya membuat celana dalam Kirana basah, dan dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun. Dia menghisap dengan berisik, lidahnya menjalar naik turun seperti seorang professional.

Henky dapat mendengar bunyi yang dikeluarkan mulut Kirana saat menghisap penisnya, dan dia dapat melihat bayangan tubuh Kirana yang diterangi cahaya bulan yang masuk ke dalam kamarnya yang gelap. Kirana sedang memberinya blow job yang hebat. Untunglah dia bermasturbasi sebelum tidur tadi, kalau tidak pasti dia tak akan dapat bertahan lama.

Kirana tak mampu menahannya lagi. Dia ingin vaginanya segera diisi. Dia sangat terangsang, dia sangat membutuhkan penis itu dalam vaginanya seharian tadi. Dikeluarkannya penis Henky dari dalam mulutnya, dan berdiri dengan bertumpukan lututnya di atas tempat tidur itu.

Tangannya menarik bagian bawah kaosnya ke atas dan menyelipkan kedua ibu jarinya di kedua sisi celana dalamnya dan mulai menurunkannya.

Diangkatnya salah satu kakinya untuk melepaskan celana dalam itu dari kakinya. Kaki yang satunya lagi dan kemudian merangkak naik ke atas kasur setelah menjatuhkan celana dalamnya ke atas lantai. Nafasnya sesak, menyadari apa yang menantinya.

Diarahkannya batang penis Henky ke atas dengan tangannya yang kecil dan bergerak ke atas Henky, memposisikan vaginanya di atasnya. Henky dapat merasakan bibir vagina Kirana yang basah menyentuh ujung kepala penisnya saat Kirana mulai menurunkan pinggulnya.

Daging dari bibir vaginanya yang basah membuka dan kepala penis Henky menyelinap masuk. Kirana mengerang lirih, tubuhnya yang disangga oleh kedua lengannya jadi agak maju ke depan. Kirana semakin menekan ke bawah, membuat keseluruhan batang penis Henky akhirnya tenggelam ke dalamnya.

Erangan Kirana semakin terdengar keras. Dia merasa sangat penuh! Henky benar-benar membukanya lebar! Kirana semakin menekan pinggulnya ke bawah dan dia mulai menciumi leher Henky, berusaha menahan Henky di dalam tubuhnya.

Bibir mereka bertemu dan saling melumat dengan bernafsu. Lidah Kirana menerobos masuk ke dalam mulut Henky, menjalar di dalam rongga mulutnya saat dia tetap menahan batang penis Henky agar berada di dalam vaginanya.

Henky membalas lilitan lidah Kirana, tangannya bergerak masuk ke balik kaos yang dipakai Kirana, bergerak ke bawah tubuhnya hingga akhirnya tangan itu mencengkeram bongkahan pantat Kirana. Tangannya mengangkat pantat Kirana ke atas, membuat tubuhnya naik turun di atasnya A?a,?aEs Kirana tetap tak membiarkan batang penis Henky teangkat terlalu jauh dari vaginanya!

Tak menghiraukan keberadaan Dhika yang masih terlelap tidur di kamarnya, mereka berdua berkonsentrasi terhadap satu sama lainnya. Tangan Henky naik ke punggung Kirana, menarik kaos yang dipakai Kirana bersamanya.

Ciuman mereka merenggang, Kirana mengangkat tubuhnya, tangannya mengangkat ke atas saat Henky melepaskan kaosnya lepas dari tubuhnya. Payudaranya terbebas. Henky melihatnya untuk pertama kalinya. Di dalam keremangan cahaya, Henky masih dapat menangkap keindahannya. Payudaranya yang tak begitu besar dengan putting susu yang keras menantang, dan dia menggoyangkannya dihadapan Henky, menggodanya.Cerpen Sex

Henky mengangkat tubuhnya, tangannya yang besar menahan punggung Kirana saat dia menghisap putingnya ke dalam mulutnya. Kirana menggelinjang kegelian saat lidahnya bergerak melingkari sebelah payudaranya sebelum mencium yang satunya lagi.

Pada waktu yang bersamaan Henky mengangkat pantatnya, masih berusaha agar tetap tenggelam dalam vaginanya, tapi bergerak keluar masuk dengan pelan. Tangannya meremas payudara Kirana yang bebas, sedangkan mulutnya terus merangsang payudara yang satunya dengan mulutnya.
Kirana memandang Henky yang merangsang payudaranya, tangannya membelai rambut Henky dengan lembut. Kirana merasa penis Henky bergerak keluar sedikit tapi tak lama kemudian masuk kembali ke dalam vaginanya. Dia merasa sangat nyaman, sangat berbeda di dalam tubuhnya. Dia mulai menggoyang, mengimbangi kocokan Henky yang mulai bertambah cepat.

Henky melepaskan mulut dan tangannya dari payudara Kirana dan rebah kembali ke atas kasur. Kirana mulai mengangkat pinggulnya naik ke atas hingga batang penis Henky nyaris terlepas ke luar seluruhnya sebelum menghentakkan pinggulnya ke bawah lagi.

Tangan Henky kembali pada pantat Kirana, meremasnya sambil memandangi wanita yang telah menikah ini menggoyang tubuhnya tanpa henti. Dengan tanpa bisa dibendung lagi erangan demi erangan semakin sering terdengar keluar dari mulut Kirana.

Orgasme yang sangat dinantikannya seharian ini mulai terbangun dalam tubuhnya. Dengan meremas pantatnya erat, Henky menggerakkan tubuh Kirana naik turun semakin keras dan keras. Hentakan tubuh mereka saling bertemu. Nafas Kirana semakin berat, Penis Henky menyentak dalam tubuhnya berulang kali.

Dengan cepat orgasmenya semakin mendekat. Kirana mempercepat kocokannya pada penis Henky, menghentakkan bertambah cepat seiring orgasmenya yang mendesak keluar. Kirana tak mampu membendungnya lebih lama lagi, pandangannya mulai menjadi gelap.

Jantungnya berdegup semakin kencang, otot vaginanya berkontraksi, seluruh sendi tubuhnya bergetar saat dia keluar dengan hebatnya. Mulutnya memekik melepaskan himpitan yang menyumbat aliran nafasnya.

Melihat pemandangan itu gairah Henky semakin memuncak, dia tak memberi kesempatan pada Kirana untuk menikmati sensasi orgasmenya. Diangkatnya tubuh mungil wanita itu, dan membaringkan di sampingnya. Dia bergerak ke atas tubuh Kirana dan Kirana membuka pahanya melebar menyambutnya secara refleks.

Henky memandangi kepala penisnya yang menekan bibir vagina Kirana. Dengan pelan dia mulai masuk, dan mendorongnya masuk ke dalam lubang hangatnya. Kirana mengangkat kakinya ke udara, membukanya lebar lebar untuknya.

Henky menahan berat tubuhnya dengan kedua lengannya. Henky memberinya satu dorngan yang kuat. Kirana memekik, ombak kenikmatan menggulungnya saat batang keras itu memasuki tubuhnya. Henky mulai menyetubuhinya tanpa ampun, Kirana telah sangat membakar gairahnya. Henky mengocokkan penisnya keluar masuk dalam vagina istri sahabatnya yang berada di bawah tubuhnya dengan cepat, kedua kaki Kirana terayun-ayun di atas pantatnya yang menghentak.

Tempat tidur sampai bergoyang karena hentakan Henky. Kirana menggigit bibirnya untuk meredam erangannya yang semakin bertambah keras.

Henky mulai kehilangan kontrol. Penisnya keluar masuk dalam vagina Kirana sebelum akhirnya, dia menarik keluar batang penisnya dengan bunyi yang sangat basah.

Henky mengerang, batang penisnya berdenyut hebat dalam genggaman tangannya. Sebuah tembakan yang kuat dari cairan kental putih keluar dari ujung kepala penisnya dan menghantam perut Kirana, beberapa darinya bahkan sampai di payudaranya.

Kirana menarik nafas, dadanya terasa sesak saat dia melihat tembakan demi tembakan sperma yang kuat keluar dari penis Henky, dan mendarat di atas perutnya. Terasa sangat panas pada kulit perutnya, tapi semakin membakar gairahnya menyadari bahwa itu bukan semburan sperma suaminya, tapi dari seorang pria lain.

Akhirnya, sperma terakhir menetes dari penis Henky, menetes ke atas rambut kemaluan Kirana yang terbaring di depannya dengan kaki terpentang lebar. Dengan mata yang terpejam, Kirana tersenyum puas.

“Aku membutuhkannya” bisiknya. Mereka terdiam beberapa saat meredakan nafas yang memburu sebelum akhirnya mulai membersihkan tubuh basah mereka. Henky mencium dengan lembut bibir Kirana yang tersenyum.

Kirana memakai kaosnya dan menggenggam celana dalamnya dalam tangan, melangkah keluar dari kamar itu dengan perasaan yang sangat lega.

Henky bangun di keesokan harinya. Peristiwa semalam langsung menyergap benaknya, penisnya mulai mengeras. Dikeluarkannya batang penisnya dan perlahan mulai mengocoknya.
Dia merasa sangat senang saat mendengar ada seseorang yang sedang mandi. Dimasukkannya penisnya kembali kedalam celana dalamnya, bergegas memakai celana jeansnya dan bergegas keluar kamar dengan bersemangat, turun ke lantai bawah.

Dia berharap yang sedang mandi adalah Dhika dan Kirana ada di lantai bawah. Dia mendengar seseorang sedang membuat kopi di dapur. Dia segera ke sana dan ternyata.

Kirana masih dengan pakaian yang dikenakannya malam tadi, sebuah kaos besar hingga lutut, dan sebuah celana dalam saja di baliknya. Dia menoleh saat mendengar ada yang mendekat, dan langsung tersenyum saat mengetahui siapa yang datang. Terasa ada desiran halus di vaginanya saat memandang Henky.

Kirana terkejut saat tangan Henky melingkar di pinggangnya memeluknya erat dan mencium bibirnya. Lalu Kirana sadar ada seseorang yang sedang mandi di lantai atas dan Dhika lah yang sedang berada di kamar mandi itu. Bibirnya membalas lumatan Henky dengan menggebu saat tangan Henky menyusup ke dalam kaosnya untuk menyentuh payudaranya.

Kirana melenguh di dalam mulut Henky yang memeluknya merapat ke tubuhnya. Desiran gairah memercik dari payudaranya langsung menuju ke vaginanya, membuatnya basah. Wanita mungil itu tak berdaya dalam dekapan Henky, tangan Kirana melingkari leher Henky.

Mereka berciuman dengan penuh gairah, lidah saling bertaut, perlahan Henky mendorong tubuh Kirana merapat ke dinding. Tangannya meremas bongkahan pantat Kirana di balik kaosnya. Dan Kirana sangat merasakan tonjolan pada bagian depan celana jeans Henky yang menekan perutnya.

Ciuman Kirana turun ke leher Henky, lidahnya melata menuju putting Henky. Kirana membiarkan Henky mengangkat tubuhnya ke atas meja, memandangnya dengan pasif saat Henky menyingkap kaosnya hingga dadanya. Kirana mengangkat kakinya bertumpu pada tepian meja, mempertontonkan celana dalam putihnya.

Vaginanya berdenyut tak terkontrol, menantikan apa yang akan terjadi berikutnya. Henky berlutut di hadapannya, dia dapat mencium aroma yang kuat dari lembah surganya saat hidungnya bergerak mendekat.

Perlahan diciumnya vagina Kirana yang masih tertutupi kain itu, Kirana mendesah, kenikmatan mengaliri darahnya. Untuk pertama kalinya, Kirana merasa gembira saat Dhika berada lama di dalam kamar mandi!

Dengan tak sabar, tangannya menuju ke pangkal pahanya. Henky hanya menatapnya saat tangan Kirana menarik celana dalamnya sendiri ke samping, memperlihatkan rambut kemaluannya, dan kemudian bibir vaginanya yang kemerahan.

Kirana menatap pria yang berlutut di antara pahanya, api gairah tampak berkobar dalam matanya, menahan celana dalamnya ke samping untuknya. Henky menatap matanya seiring bibirnya mulai mencium bibir vaginanya. Membuat lebih banyak desiran kenikmatan mengguyur tubuhnya dan dia mendesah melampiaskan kenikmatan yang dirasakannya.

Lidah Henky mulai menjilat dari bagian bawah bibir vagina Kirana sampai ke bagian atasnya, mendorong kelentitnya dengan ujung lidahnya saat dia menemukannya. Diselipkannya lidahnya masuk ke dalam lubang vaginanya, mersakan bagaimana rasanya cairan gairah Kirana.

Dihisapnya bibir vagina itu ke dalam mulutnya dan dia mulai menggerakkan lidahnya naik turun di sana, membuat Kirana semakin basah.

Desahannya terdengar, menggoyangkan pinggulnya di wajah Henky. Henky melepaskan bibirnya, lidahnya bergerak ke kelentitnya. Dirangsangnya tonjolan daging sensitif itu menggunakan lidahnya dalam gerakan memutar.

Kirana menaruh kakinya pada bahu Henky, duduknya jadi tidak tenang. Tiba-tiba, Henky menghisap kelentitnya ke dalam mulutnya, menggigitnya diantara bibirnya.

Kirana memekik agak keras saat serasa ada aliran listrik yang menyentak tubuhnya. Lidah Henky bergerak berulang-ulang pada kelentit Kirana yang terjepit diantara bibirnya, tahu bahwa titik puncak Kirana sudah dekat. Dilepaskannya kelentit itu dari mulutnya dan tangannya menggantikan mengerjai kelentit Kirana dengan cepat.

“Oh Tuhan… ” bisiknya mendesah, merasakan orgasmenya mendekat. Jari Henky bergerak tanpa ampun, pinggul Kirana terangkat karenanya. Kirana menggigit bibirnya berusaha agar suara jeritannya tak terdengar sampai kepada suaminya yang berada di kamar mandi saat orgasmenya datang dengan hebatnya. Dadanya sesak, nafasnya terhenti beberapa saat, dinding-dinding vaginanya merapat.
Kedua kakinya terpentang lebar di belakang kepala Henky. Kirana mendesah hebat, akhirnya nafasnya kembali mengisi paru-parunya mengiringi terlepasnya orgasmenya.

Henky berdiri dan langsung mengeluarkan penisnya. Kirana memandang dengan lapar pada batang penis dalam genggaman tangan Henky. Sebelah tangan Kirana masih memegangi celana dalamnya ke samping saat tangannya yang satunya lagi meraih batang penis Henky. Tangan kecil itu menggenggamnya saat Henky maju mendekat.

Dengan cepat Kirana menggesek-gesekkannya pada bibir vaginanya yang basah, berhenti hanya saat itu sudah tepat berada di depan lubang masuknya. Mereka berdua mendengarkan dengan seksama suara dari kamar mandi di lantai atas yang masih terdengar.

Henky melihat ke bawah pada kepala penisnya yang menekan bibir vagina Kirana.

Henky mendorong ke depan dan menyaksikan bibir itu membuka untuknya, mengijinkannya untuk masuk. Desahan Kirana segera terdengar saat dia mersa terisi. Henky terus mendorong, vagina Kirana terus menghisapnya sampai akhirnya, Henky berada di dalamya dalam satu dorongan saja.

Kirana sangat panas dan mencengkeramnya, dan Henky membiarkan penisnya terkubur di dalam sana untuk beberapa saat, meresapi perasaan yang datang padanya. Tangan Kirana masih menahan celana dalamnya ke samping, tangan yang satunya meraih kepala Henky mendekat padanya.

Lidahnya mencari pasangannya dalam lumatan bibir yang rapat. Dengan pelan Henky menarik penisnya. Dia mendorongnya masuk kemabali, keras, dan Kirana mengerang dalam mulutnya seketika. Tubuh mereka saling merapat, kaki Kirana terjuntai terayun dibelakang tubuh Henky dalam tiap hentakan.

Dhika yang masih berada di kamar mandi tak mengira di lantai bawah penis sahabatnya sedang terkubur dalam vagina istrinya.

Sementara itu Kirana, sedang berada di ambang orgasmenya yang lain. Penis pria ini menyentuhnya dengan begitu berbeda! Terasa sangat nikmat saat keluar masuk dalam tubuhnya seperti itu! Dia orgasme, melenguh, melepaskan ciumannya.

Henky mundur sedikit dan melihat batang penisnya keluar masuk dalam lubang vaginanya yang kemerahan, tangannya yang kecil menahan celana dalamnya jauh-jauh ke samping yang membuat Henky heran karena kain itu tak robek. Dia mulai menyutubuhinya dengan keras, menyadari kalau mungkin saja dia tak mempunyai banyak waktu lagi.

Jika Dhika masuk ke sudut ruangan itu, dia akan melihat ujung kaki istrinya yang terayun dibelakang pantat Henky. Celana jeans Henky merosot hingga mata kakinya, celana dalamnya berada di lututnya, dan pantatnya mengayun dengan kecepatan penuh diantara paha Kirana yang terbuka lebar. Dhika mungkin mendengar suara erangan kenikmatan istrinya.

Henky terus mengocok, dia dapat merasakan kantung buah zakarnya mengencang dan dia tahu itu tak lama lagi. Dia menggeram, memberinya beberapa kocokan lagi sebelum dilesakkannya batang penisnya ke dalam vagina wanita bersuami itu dan menahannya di dalam sana.

Dia menggeram hebat, penisnya menyemburkan spermanya yang panas di dalam sana. Begitu banyak sperma yang tertumpah di dalam vagina Kirana.

Erangan keduanya terdengar saling bersahutan untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka tersadar kalau suara dari dalam kamar mandi sudah berhenti, dan tak menyadari sudah berapa lama itu tak terdengar.

Bibir Henky mengunci bibirnya dan mereka saling melumat untuk beberapa waktu seiring kejantanan Henky yang melembut di dalam tubuhnya. Kemudian mereka saling merenggang dan Henky mengeluarkan penisnya yang setengah ereksi itu dari vagina Kirana. Dengan cekatan dia mengenakan pakaiannya kembali.

Kirana membiarkan celana dalamnya seperti begitu. Dia merasa celananya menjadi semakin basah saat ada sperma Henky yang menetes keluar dari vaginanya saat dia berdiri.

 

Cinema Bokep ,3GP ,Blue Film ,Bokep Online ,Bokep Jepang ,Pusat Game Online ,Bokep Barat ,Bokep Asia ,Video Bokep ,Pornstar ,Porn ,Bokep Terbaru ,Bokep Terupdate ,Warung Bokep ,Cheat Judi Online ,Lendir ,Anal ,Threesom ,Gangbang ,Agen Online Terpercaya ,Fake Taxi ,Film Blue ,Film Terbaru ,Cinema XXI ,Bokep XXI ,SetanBokep

0
Add comment

Write a Reply or Comment

Example Banner 300x250
Example Banner 300x250
Example Banner 300x250

Related videos

Cerita Sex !8 – Ngewe Dengan Selingkuhan 0 Likes
15 Views
Cerita Sex !8 – Nikmatnya ML Pertama Kali 0 Likes
22 Views
Cerita Sex !8 – Godaan Maut Sang Tante 0 Likes
20 Views
Cerita Sex !8 – Mahasiswi Berbody Sexy 0 Likes
44 Views
Cerita Sex !8 – Ku Puaskan Istri Bos 0 Likes
65 Views
Cerita Sex !8 – Nikmatnya Ngentot Sama Janda 0 Likes
33 Views
Cerita Sex !8 – Kisah Sex Ku Dengan Bule 0 Likes
42 Views
Cerita Sex !8 – Ibu Kos Doyan ML 0 Likes
26 Views
Cerita Sex !8 – Nikmatnya Tubuh Penjual Nasi Kuning 0 Likes
58 Views
Cerita Sex !8 – Hilangnya Perawan Ku 0 Likes
29 Views
Cerita Sex !8 – Binalnya Teman Sekelasku 0 Likes
42 Views
Cerita Sex !8 – Sungguh Enak Tubuh Kakak Ipar 0 Likes
46 Views
Cerita Sex !8 – Di Intip Anak Waktu ML 0 Likes
22 Views
Cerita Sex !8 – Ngetot Dengan Kakak Sendiri 0 Likes
15 Views
Cerita Sex !8 – Sempitnya Memek Pacar Ku 0 Likes
18 Views